Selasa, 01 November 2016

Cara Budidaya Lobster Air Tawar di Halaman Rumah

Lobster air tawar merupakan salah satu komoditi perikanan yang memiliki nilai jual yang cukup tinggi dari sektor budidaya air tawar. Terdapat banyak jenis lobster air tawar yang sudah dibudidayakan di indonesia dan salah satunya yang paling banyak dibudidayakan yaitu jenis lobster air tawar capit merah (Cheraq quadricarinatus).
Sumber : http://www.alamikan.com

Budidaya lobster air tawar terbilang mudah karena tidak membutuhkan air yang banyak serta dapat diberikan pakan tambahan yang berasal dari limbah rumah tangga seperti sisa nasi, kulit ubi dan usus ayam atau ikan. Pemberian pakan tambahan bertujuan untuk mengurangi biaya pembelian pellet sebagai pakan utama, selain itu juga pemberian pakan tambahan dapat mengurangi buangan limbah rumah tangga. Budidaya lobster air tawar dapat dilakukan di pekarangan rumah dengan ukuran kolam minimal 1 x 2 meter dengan ketinggian kolam 50 cm. Kolam yang digunakan dalam budidaya lobster air tawar harus memiliki dinding yang halus untuk menghindari lobster memanjat dinding kolam dan kabur.

Berikut adalah cara budidaya lobster air tawar sekala rumah tangga yang baik.

Cara Budidaya

 Persiapan media dan penebaran
  • kolam dibersihkan dan di isi air tawar dengan ketinggian 30 cm.
  • berikan shalter sebagai tempat persembunyian lobster air tawar, shalter yang digunakan dapat berupa potongan bambu ataupun paralon (ukuran shalter yang di gunakan harus lebih besar dari lobster yang akan di tebar) dan jumlah shalter disesuaikan dengan padat tebar untuk menghindari 1 shalter terisi lebih dari 1 lobster.
  • setelah media di siapkan selanjutnya dilakukan penebaran benih lobster, padat tebar disesuaikan dengan ukuran benih yang akan dipelihara. contoh : ukuran 3-5 cm kepadatan 50 ekor/m2, sedangkan ukuran 7-10 cm dengan kepadatan 25 ekor/m2.

Perawatan dan pemeliharaan
  • pemberian pakan dapat dilakukan 3 kali sehari dimana 2 kali pakan pellet dan 1 kali pakan tambahan dari limbah rumah tangga (pagi dan sore pakan pellet sedangkan siang pakan tambahan).
  • pergantian air dilakukan 1 kali sehari pada sore hari dengan mengurangi air sampai ketinggian 10 cm lalu ditambahkan air baru sampai ketinggian semula yaitu 30 cm.
  • penjaragan atau pemisahan dilakukan pada saat bualn ke tiga untuk menghindari kanibalisme, selain itu juga untuk menghindari kanibalisme dapat dilakukan pemotongan capit bagian bawah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar